Proyek Diduga Tidak Sesuai Juklak, PWRI Pesawaran Soroti Tajam

Zonarepublik.com, Pesawaran – Mahmudin Ketua PWRI DPC Pesawaran menduga adanya proyek hotmix yang saat ini sedang dilaksanakan pengerjaan nya dirinya menduga proyek tersebut abal abal, adapun lokasi Proyek pembagunan peningkatan ruas jalan tersebut berlokasi dimulai dari Desa Kubu Batu sampai Kota Jawa Kecamatan Waykhilau, Kabupaten Pesawaran, Provinsi Lampung. ( Rabu 21/05/2025 )

Bacaan Lainnya

Menurut Mahmudin pekerjaan proyek tersebut tidak sesuai dengan juklak nya, proyek yang di kabarkan dananya pernah hilang  yang  bersumber dari dana APBD melalui Dinas Pekerjaan Umum Dan Penataan Ruang Kabupaten Pesawaran, ini dikerjakan oleh

Pelaksana : CV. AULIA PRATAMA,

Nomor Kontrak : PPK/KTR-JLN-BM.01/PUPR-PSW/2025,

Masa Pelaksanaan : 157 Hari Kalender

Konsultan Pengawas : CV WIRAWAN KONSULTAN

Nilai Anggaran :  Rp. 11.964.350.200.00 ( Sebelas Milyar, Sembilan Ratus Enam Puluh Empat Juta, Tiga Ratus Lima Puluh Ribu, Dua Ratus Rupiah.

Masih menurut Mahmuddin saat ditemui di kediamannya pada Rabu 21 Mei 2025, terkait proyek hotmik yang saat ini dalam masa pengerjaan kami menduga  itu tidak sesuai dengan spesifikasinya, berdasarkan apa yang kami lihat di lapangan dari sebelum dilakukannya perataan jalan, dimana jalan ini beberapa mengalami kerusakan yang sangat parah dan bnayak genangan air lumpur dan lubang yang sangat dalam terjadi di banyak titik. ungkap Mahmudin

 

Untuk bagian wilayah Desa kubu Batu,Tanjung Rejo,Gunung Sari, tapi kalau wilayah desa Kota Jawa itu sedikit yang mengalami kerusakan parah, Nah disini saya jelaskan berdasarkan hasil penelusuran, jalan yang melintasi persawahan tepatnya di Desa Gunung Sari dan Desa Tanjung Rejo, banyak jalan sudah mengalami kerusakan yang sangat parah, dimana tidak kami temukan lagi aspal dan sudah menjadi lubang yang besar. imbuh Mahmudin

Lanjud Mahmudin, Selain itu tanah di lokasi jalan sangat labil hingga gembos, tapi dari pikhak pemborong yang saya lihat hanya meratakan jalan tersebut kemudian langsung di siram oleh batu jenis Bes A ,tanpa memberi lapisan dasar untuk penguat misal diberi Bes B di padatkan di siram aspal terlebih dahulu baru di tabur batu Bes A dan tahap akhir sebelum di lakukan nya penggelaran Hotmix.  ujarnya

 

Karna saya sering melihat pengerjaan proyek, apakah kepadatan tanah sudah di uji sesuai spek apa belum, Kemudian yang lebih parahnya lagi apakah pihak konsultan perencanaan tidak mengetahui jalan yang ada di Desa Tanjung Rejo tepatnya di wilayah jembatan, karna disitu bila hujan deras air mencapai satu meter ketinggian-nya yang menyebabkan terputusnya lalu lintas bahkan sampai tiga hari tidak bisa di lalui oleh pengendara, kurang lebih sepanjang tiga ratus meter bila hujan deras di lokasi tersebut dipastikan banjir naik ke badan jalan. papar Mahmudin

 

Masih ungkap Mahmudin Tapi kami lihat di lokasi jalan yang mengalami kerusakan parah ini juga hanya langsung di tabur oleh batu jenis yang sama, kalau seperti itukan membangun yang sia sia dikhawatirkan tidak memberikan manfaat yang maksimal, kami sangat menduga pemborong tidak melakukan pekerjaan ini sesuai dengan spesifikasinya, pengurangan volume matrial diduga demi meraup untung memperkaya diri sendiri. Ungkapnya

Selain itu, beberapa kali kami turun ke lokasi proyek ini konsultan pengawas baik dari Dinas PUPR Pesawaran juga tak kami temui ,jadi kalau pekerjaan pengawasan- nya minim mau jadi apa proyek ini ,coba buktikan keterbuakan informasi nya Juklak nya seperti apa agar jelas dong jangan hanya ada wujud tapi tak ada kwalitas yang baik. Tegas Mahmudin

 

Menurut keterangan Mahmudin, hasil koordinasi dirinya dengan Ketua Komisi III DPRD Kabupaten Pesawaran dirinya menjelaskan, Saya sudah menghubungi Ketua Komisi III DPRD Kabupaten Pesawaran melalui telepon selulernya. Fahmi Selaku ketua dirinya mengatakan

 

” kami dari komisi III siap untuk turun ke lokasi proyek bila mana nanti pekerjaan ini kami temukan ketidak sesuaian berdasarkan data RAB nya, nanti kami meminta pemborong agar dapat membongkarnya kembali ,karna jujur saja saya tidak tau anggaran proyek ini muncul dari mana dana nya,”.

 

Makanya dengan ketidak jelasan proyek ini kami akan mempertanyakan kepada pihak dinas PUPR Kabupaten Pesawaran dalam waktu dekat ini, Pungkas Mahmudin menirukan yang disampaikan oleh fahmi selaku ketua komisi III DPRD Kabupaten Pesawaran

By : Edi Wijaya

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *