JWI Soroti Dua Proyek Pembangunan Pengaman Pantai Senilai Rp. 8 Milyaran Rupiah Di Wilayah Kecamatan Punduh Pidada  

Zonarepublik.com, Pesawaran Lampung – Rudi Sapari As Ketua Jajaran Wartawan Indonesia ( JWI ) DPW Provinsi Lampung soroti proyek pembangunan pengaman pantai yang sedang berjalan dikerjakan dengan nilai anggaran milyaran rupiah berdasarkan data dalam LPSE Provinsi Lampung, yang mana diduga pekerjaan tersebut dikerjakan tidak memenuhi spesifikasi dan amburadul, pekerjaan tersebut yang berada di Desa Sukamaju Kecamatan Punduh Pidada Kabupaten Pesawaran Provinsi lampung, ( Jum’at -6-12-2024 )

 

Bacaan Lainnya

Rudi Sapari bersama Mahmudin selaku masyarakat Pesawaran mengatakan kepada media ini, “Proyek yang sedang berlangsung dikerjakan ini dengan nilai anggaranya hampir mencapai Rp.4 milyar rupiah, yang bersumber dari APBD Provinsi Lampung Tahun Anggaran 2024, dengan nilai pagu paket sebesar Rp. 4.000.000.000,00 nilai HPS paket Rp. 3.999.994.200,00, berdasarkan data didalam LPS. jelasnya

 

Pada wartawan ini Rudi dan Mahmudin menambahkan, Kami turun langsung ke lokasi proyek tersebut, kami melihat kondisi Buis Beton yang sedang dikerjakan di lokasi proyek pada saat ini banyak sekali yang retak, dan kami menguji yang sudah kering dengan tangan saja kondisi Buis Beton/ Gorong gorong sangatlah rapuh seperti krupuk.

 

” lemahnya pengawasan dari pihak dinas terkait maupun kontraktor selaku pelaksana, kami menduga bahan material yang digunakan kurang maksimal khususnya kurang nya semen”.

 

Kami menduga kualitas matrial batu pasir yang dipergunakan untuk mencetak Buis Beton ini duga tidak memenuhi standar mutu, serta yang kami lihat besi yang digunakan nampak terlihat sudah berkarat kami menduga menggunakan Besi bekas, selain itu kami juga tidak menemukan adanya papan informasi pagu anggaran di sekitar pekerjaan tersebut. papar nya

 

Masih ungkapnya, Dalam hal ini kami akan tetap selalu mengawasi proyek ini sampai selesai, dan bila mana menurut analisa kami pekerjaan ini tidak baik tidak maksimal hasilnya maka kami bersama masyarakat akan menolak hasil pekerjaan tersebut, dan akan melakukan langkah lebih lanjut. pungkas nya

( Redaksi )

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *