Kapolres Pesawaran dan Wakil Bupati Turun ke Kebun Kakao, Kawal Program Plasma 20 Persen untuk Rakyat

Zonarepublik.com, Pesawaran – Kapolres Pesawaran AKBP Alvie Granito P., S.I.K., M.S.S. bersama Wakil Bupati Pesawaran Antonius Muhammad Ali, S.H. turun langsung menyusuri kebun kakao milik PTPN 1 Regional 7 Kebun Way Berulu di Desa Bogorejo, Kecamatan Gedong Tataan, Selasa (17/02/2026). Bukan sekadar inspeksi biasa, kunjungan ini menjadi sinyal kuat pengawalan program strategis Fasilitasi Pembangunan Kebun Masyarakat Sekitar (FPKMS) atau Plasma 20 persen yang ditunggu-tunggu warga.

Bacaan Lainnya

Dengan latar belakang pohon kakao yang sebagian telah berproduksi sejak 1989, Kapolres dan jajaran berdialog langsung dengan manajemen perkebunan. Fokusnya satu: memastikan lahan seluas 20 hektare yang rencananya digarap bersama masyarakat itu benar-benar siap secara hukum dan teknis.

 

“Kami tidak ingin program sebaik ini bermasalah di kemudian hari. Status lahan harus jelas, mekanisme kemitraan harus transparan, dan masyarakat harus siap menerima manfaatnya,” tegas AKBP Alvie Granito di sela-sela peninjauan.

Orang nomor satu di Polres Pesawaran itu menekankan, keberhasilan program plasma tidak hanya soal bagi-bagi lahan. Lebih dari itu, kualitas bibit bersertifikat dan pendampingan berkelanjutan menjadi harga mati agar petani tidak sekadar mendapat lahan, tapi juga ilmu untuk mengelolanya.

 

“Bibit harus jelas kualitasnya, ada sertifikasinya. Jangan sampai masyarakat hanya diberi lahan tapi tidak dibekali kemampuan. Pembinaan harus berkelanjutan agar hasilnya optimal,” imbuh perwira dengan segudang pengalaman ini.

Senada dengan Kapolres, Wakil Bupati Antonius Muhammad Ali menyebut program ini sebagai napas segar bagi penguatan sektor perkebunan yang menjadi unggulan Pesawaran. Pihaknya siap bersinergi penuh agar realisasi plasma berjalan mulus.

 

“Kita kawal bersama. Pemerintah daerah akan memastikan sosialisasi ke warga berjalan masif, tidak boleh ada informasi yang simpang siur. Masyarakat harus paham utuh soal penyediaan lahan hingga teknis penanaman,” ujar Antonius.

 

Dari data manajemen PTPN 1 Regional 7, lahan kakao yang disiapkan untuk program plasma merupakan aset produktif. Sekitar 7 dari 20 hektare lahan yang ada masih dalam kondisi prima dan siap dikembangkan bersama masyarakat.

 

Kehadiran Kapolres dan Wakil Bupati di tengah kebun menjadi bukti nyata bahwa program ini serius digarap. Bukan hanya seremoni, tapi langkah konkret menjaga stabilitas sekaligus mendorong kesejahteraan dari akar rumput.

 

Kegiatan yang berlangsung hingga siang hari itu berjalan aman dan kondusif. Sinergitas Polri, Pemda, dan BUMN perkebunan ini diharapkan menjadi model kolaborasi yang tepat sasaran: lahan jelas, aturan transparan, dan rakyat sejahtera.

By : Edi Wijaya

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *