Enmeru Anak Singkong Kedondong Serukan Persatuan Usai Pilkada

Zonarepublik.com, Pesawaran – Suara lantang datang dari pinggiran, dari seorang pemuda yang menyebut dirinya “Anak Singkong”. Enmeru, pemuda asal Desa Kedondong, Kecamatan Kedondong, Kabupaten Pesawaran, secara tegas mengajak seluruh masyarakat mengakhiri narasi provokatif dan fokus mendukung pemerintahan hasil demokrasi.

 

Bacaan Lainnya

Pernyataan ini disampaikan Enmeru menyusul dinamika panjang Pilkada Pesawaran yang melibatkan dua pasangan calon, Aries Sandi–Supriyanto dan Nanda–Anton, dan berujung pada Pemilihan Suara Ulang (PSU) antara pasangan Supriyanto–Suriansyah dengan Nanda–Anton.

 

Dengan sikap blak-blakan, Enmeru mengaku telah menggunakan hak politiknya. “Saya tegaskan, jika pada PSU pasangan nomor urut 01 hanya memperoleh satu suara, maka itulah suara saya. Itu adalah sikap politik saya selama masa pertarungan, dan saya tidak pernah menutupinya,” ujarnya.

 

Namun, kata dia, semua pertarungan itu telah usai. “Tidak ada lagi pasangan calon maupun nomor urut. Yang ada saat ini adalah Bupati dan Wakil Bupati Pesawaran yang sah berdasarkan hasil proses demokrasi, yakni Nanda dan Anton.”

 

Enmeru menilai narasi provokatif, adu domba, dan opini liar yang masih beredar, terutama di media sosial, hanya akan memperkeruh suasana dan merugikan Pesawaran secara keseluruhan. Ia menekankan pentingnya menerima hasil demokrasi sebagai tanda kedewasaan berpolitik.

 

“Mendukung pemerintahan yang sah bukan berarti kehilangan sikap kritis. Namun menolak hasil demokrasi justru menunjukkan ketidakdewasaan dalam berdemokrasi,” tegasnya.

 

Lebih dari sekadar ajakan politik, Enmeru juga membawa pesan kebersamaan dan spiritual. Ia mengajak masyarakat memaknai hasil Pilkada sebagai ketetapan yang patut diterima dengan ikhlas dan dijadikan bahan introspeksi bersama untuk kemajuan daerah.

 

Mengakhiri pernyataannya, pemuda yang berani menyuarakan hal ini dengan mengatasnamakan identitas akar rumputnya itu punya pesan sederhana namun tegas: “Saya hanya Anak Singkong pemuda desa yang ingin melihat Kabupaten Pesawaran maju, tenang, dan bersatu… Pesawaran tidak butuh kegaduhan. Pesawaran butuh kerja nyata.”

 

Pernyataan “Anak Singkong” dari Kedondong ini diharapkan dapat menjadi penyejuk di tengah suasana pasca-Pilkada, mengingatkan semua pihak bahwa di atas perbedaan pilihan politik, yang lebih utama adalah persatuan dan kerja nyata untuk kemajuan bersama.

 

By : Edi Wijaya

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *