Gawat!!! Kades Way Urang Harudin Diduga Jadi Mafia

Zonarepublik.com, Pesawaran – Setelah ramainya tuntutan seluruh kepala desa di Indonesia untuk penambahan masa jabatan dari 6 tahun menjadi 8 tahun dengan resmi di sah kan undang-undang desa demi keberlanjutan pembangunan dan kesejahteraan masyarakat, tuntutan perpanjangan jabatan tersebut nyata nya tidak di imbangi dengan kinerja di lapangan, faktanya masih banyak kepala desa yang tersandung korupsi hingga mendekam di jeruji besi.

 

Bacaan Lainnya

 

Tidak terlepas juga yang terjadi di Desa Way Urang, Kecamatan Padang Cermin, Kabupaten Pesawaran, Provinsi Lampung Kepala Desa di duga kuat dalam merealisasikan anggaran Dana Desa Tahun 2022 dan 2023 hingga dalam pelaporan nya diduga sangat tidak sesuai hingga ditaksir merugikan negara hingga ratusan juta. Kamis 18 April 2024

 

 

Semua terungkap dari keterangan di beberapa masyarakat baik dari dusun satu dan dua yang minta sementara untuk tidak di sebutkan nama nya menjelaskan, kami sudah sangat kesal dalam kepemimpinan Kepala desa Harudin bagai mana tidak kami masyarakat baik dari tokoh masyarakat dan tokoh agama dan unsur lain nya tidak pernah di libatkan dalam perencanaan dan musyawarah hingga dalam realisasi nya Dana Desa.

 

 

Lanjud sumber, terkait yang di tanya kan program apa yang di laksanakan dan yang di rasakan oleh masyarakat pada tahun 2022, pernah di bagikan Bibit Durian dan Bibit Alpukat, masyarakat bila dapat bibit durian tidak dapat lagi bibit alpukat begitu juga sebaliknya, masing-masing masyarakat di beri 2 pohon bibit per keluarga atau per rumah, untuk jumlah berapa banyak yang di adakan dan berapa juga anggaran nya kami tidak tau, tapi untuk masyarakat paling banyak 350 sampai 400 keluarga yang dapat itu hanya perkiraan karna untuk pastinya kami tidak tau. Ungkapnya

 

 

Untuk peternakan kambing dan Budi daya ikan pada tahun 2023 kemaren kami gak tau yang ngurus sapa dan kami baru dengar ini kalau ada program ini gak tau kalau di dusun atas sana kalau dusun bawah gak ada, ya itu tadi kami tidak pernah tau tujuan kepala desa mau dibawa kemana Desa ini karna semuanya tertutup. Tegas sumber

 

 

Beberapa aparatur desa juga menjelaskan saat di mintai tanggapan nya menjelaskan, jangankan Masyarakat lagi kami yang aparatur desa aja gak tau terkait program apa yang di belanjakan, kami tau program kalau sudah ada yang ngirim barang pengadaan dari rekan-rekan, kami juga bingung tapi fakta dan kenyataan nya seperti itu adanya, boro-boro di ajak musyawarah untuk pengadaan dan pembelanjaan barang. Terangnya

 

 

Lanjud nya, yang pasti kami tidak pernah di libatkan dan di ajak untuk merencanakan program ataupun musyawarah semua di hendel oleh Kades Harudin Semua, kalau ada barang Dateng di suruh masukin kami masukin tak lebih dari itu saja tugas kami, kalau terkait bibit buah-buahan gak lebih dari 1500 pohon itu juga kayak nya gak sampai. Tegasnya

 

 

Untuk di ketahui Pemerintah Desa Way Urang melaporkan secara Onlen dalam realisasi dana desa melalui Aplikasi OMSPAN Kemenkeu. Pada Tahun 2022

Pembaruan data terakhir mendapatkan pagu sebesar Rp. 733.749.000, dan di realisasikan dalam bidang kegiatan pada tahap satu ( 1 ) Untuk Pengadaan Bibit Buah-buahan Untuk Masyarakat Rp 62.200.000, dan tahap ke dua (2 ) di anggarkan kembali untuk Pengadaan Bibit Buah-buahan Untuk Masyarakat Rp 124.200.000, hingga tahap tiga ( 3 ) kembali di anggarkan Pengadaan Bibit Buah-buahan Untuk Masyarakat Rp 124.200.000 dengan total keseluruhan Rp 210.600,000

 

 

 

Pada Tahun 2023 Pembaruan data terakhir pada : 5 April 2024 desa way urang mendapatkan pagu sebesar Rp. 735.036.000 dan merealisasikan dalam beberapa bidang kegiatan pada Tahap satu ( 1 ) untuk Pengadaan Kambing Rp 43.200.000, dan di tahap kedua ( 2 ) di anggarkan kembali untuk Pengadaan Kambing Rp 78.400.000, hingga tahap tiga ( 3 ) kembali dianggarkan untuk Pengadaan Kambing Rp 78.400.000 dengan total keseluruhan Rp 200.000,000

 

 

Untuk mendafatkan informasi team telusur media zonarepublik.com menkonfirmasi kepala Desa Way Urang Harudin di kantor nya menjelaskan, terkait kegiatan pengadaan untuk Bibit Buah-buahan pada tahun anggaran 2022 semua sudah kita realisasikan masing-masing masyarakat kita beri 6 pohon bibit, dengan rincian 2 bibit durian dan 4 bibit alpukat dengan jumlah kurang lebih 500 KK yang ada di desa kami bila di jumlah 500 X 6 = 3.000 pohon X Rp 60.000 = Rp 180.000,000

. Kilahnya

 

 

Lanjud Harudin, untuk Pengadaan Kambing kami belikan 40 ekor kambing tapi memang yang ada baru 30 ekor karna yang sepuluh nya memang belum di kirim oleh yang menjual kambing, memang janjinya pas bulan puasa kemaren ini dikirim lagi tapi sampai sekarang belum juga di kirim, per ekornya kami beli dengan harga Rp 1.500,000 bila di X 30 ekor = Rp 45.000,000 sat di singgung sisa anggaran yang sangat besar kemana, Harudin menjelaskan untuk nutupin anggaran yang sebelum nya yang belum terselesaikan ( hutang ). Tutupnya

( Edi & Dian )

 

 

 

 

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *