Kepala Pekon Pariaman Purwanto Diduga Fiktifkan Ratusan Juta Dana Desa Tahun 2023

Zonarepublik.com, Tanggamus – Rekam jejak penggunaan Dana Desa tahun anggaran 2023 di Pekon Pariaman, Kecamatan Limau, Kabupaten Tanggamus, Provinsi Lampung menjadi sorotan hingga menjadi perbincangan yang hangat di kalangan masyarakat, pasalnya di beberapa bidang kegiatan yang di rencanakan hingga dalam realisasi nya syarat akan adanya dugaan pelaksanaan hingga laporan Fiktif oleh kepala desa Purwanto dan aparatur desa, di taksir kerugian negara mencapai ratusan juta. Kamis 18 April 2024

 

Bacaan Lainnya

 

Dana Desa Pekon Pariaman pada tahun 2023 mendapatkan pagu anggaran sebesar Rp 1.048.098.000, yang telah dikucurkan Pemerintah pusat untuk meningkatkan kemajuan desa dan kesejahteraan masyarakat tapi kenyataan dan fakta di lapangan menjadi tidak jelas dalam penggunaannya.

 

 

 

Dalam penjelasan nya sumber yang sementara tidak ingin di sebutkan menjelaskan, yang jadi perbincangan dan sorotan kami Seperti Kegiatan pembuatan peta wilayah dan sosial desa, yang dianggaran hampir menelan dana ratusan juta rupiah, tapi ternyata tidak jadi dilaksanakan karena adanya permasalahan, hingga saat ini masyarakat masih bertanya, dialihkan untuk kegiatan apa saja dana tersebut digunakan

 

“Kami sebagai masyarakat tidak diberi penjelasan bang, kemana dana peta pekon itu dialihkan, karna hampir ratusan juta itu dananya”. Terangnya

 

Belum lagi untuk kegiatan program bantuan MCK untuk masyarakat sebanyak 30 unit, yang di anggarkan sekitar Rp 55.950.000 tapi dalam pelaksanaannya, program ini tidak berjalan alias macet, bagaiana tidak kami sebut macet karna dalam kegiatan nya masyarakat  seharusnya mendapat bantuan closet, semen, pasir, bata, paralon, besi dan sejumlah uang sesuai yang tercantum dalam APBDes Pekon, fakta dilapangan Yang dikasih itu cuma closet dan semen bang, gimana mau buat tempat MCK nya. terang seorang warga dusun Cahya Karya.

 

 

Bahkan menurut pengakuan beberapa sumber yang mendapatkan bantuan MCK, semen yang diberikan oleh kepala pekon Purwanto sudah menjadi batu (membeku), Semen bantuan itu sudah tidak bisa dipakai lagi, karena terlalu lama jadinya membeku. jelas seorang penerima bantuan di dusun 2 Pariaman

 

 

Ditempat terpisah, tepatnya di dusun Repong Hanau, masyarakat mengeluhkan tentang kegiatan Rabat Beton sepanjang 250 meter yang tak kunjung direalisasikan, Memang pernah di rencanakan mau dibangun Rabat Beton sepanjang 250 meter dengan anggaran sebesar Rp 60.000,000 di dusun kami, tapi sampai sekarang tidak ada wujudnya. cetus JM warga Repong Hanau

 

 

Masih dalam kegiatan yang sama, KW seorang warga Dusun Gunung Sugih mengeluhkan kwalitas pembangunan Rabat Beton yang ada di jalan Kuyung Tutung, coba abang cek aja kesana, lihat bagaimana kwalitas pembangunannya, sudah remuk dan hancur, padahal masih hitungan bulan. ceplosnya dengan jengkel

 

 

Kami masyarakat berharap kepada instansi terkait, mulai dari BHP, Pendamping Desa, Kecamatan, Inspektorat, PMD dan Aparat Penegak Hukum (APH) di Kabupaten Tanggamus, untuk segera melakukan audit ulang, hingga di lakukan tindakan tegas bagi yang tidak menjalankan sesuai tupoksi nya, bila di dalam audit ulang ini di temukan fakta melanggar hukum kami minta di buka secara umum dan transparan dan di tindak sesuai aturan yang berlaku. Tegasnya

 

Untuk mendapatkan fakta dan penjelasan tentang penggunaan dan realisasi anggaran dana desa tahun 2023 team telusur media zonarepublik.com kordinasi dan konfirmasi sekdes Pariaman Wawan melalui pesan Whatsap nya menjelaskan dalam bidang kegiatan pembangunan Rabat Beton dan MCK Belum selesai Pak, tapi Kakon bilang habis lebaran ini diselesaikan

 

Di lanjud team telusur media zonarepublik.com, menghubungi Kepala Pekon Pariaman Purwanto di beberapa nomor pribadinya tidak aktif, menurut beberapa sumber kepala desa suka gonta-ganti nomor jangankan masyarakat kami aparatur desa dan BHP saya tidak punya nomor nya.

 

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *