Zonarepuublik.com, Pesawaran, Lampung – Kapolres Pesawaran AKBP Alvie Granito Panditha memimpin langsung apel pagi personel di Mapolres setempat, Selasa (3/3/2026). Dalam arahannya yang berlangsung tegas, ia tidak hanya menyoroti masalah internal, tetapi juga mengaitkan situasi geopolitik global dengan potensi gangguan keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas) di tingkat lokal.
Sorotan utama Kapolres mengarah pada konflik terkini antara Iran dengan Amerika Serikat dan Israel yang menewaskan pemimpin Iran. Ia menjelaskan, eskalasi konflik yang berpotensi menutup Selat Hormuz jalur vital minyak dunia bisa memicu gejolak ekonomi nasional.
“Pelemahan nilai tukar rupiah dan turunnya daya beli masyarakat dapat berdampak pada meningkatnya angka kriminalitas. Seluruh personel harus peka dan mengantisipasi potensi gejolak kamtibmas akibat dampak ekonomi ini,” tegas AKBP Alvie di hadapan para personel.
Di tengah isu global, Kapolres juga menyoroti ‘penyakit’ internal yang dinilainya masih menggerogoti institusi. Ia menyayangkan masih adanya perilaku anggota yang mementingkan ego pribadi hingga mencederai nama baik Polri.
Sebagai langkah konkret, ia memerintahkan Kabag SDM untuk melakukan evaluasi total. Kebijakan terbaru, personel bermasalah tidak akan serta-merta ditempatkan di polsek, melainkan ditarik ke Polres untuk pembinaan intensif.
“Anggota bermasalah kita bina di Polres. Apabila tetap tidak mau berubah, maka akan kita ‘binasakan’, dalam artian ditindak tegas sesuai aturan profesi yang berlaku,” ucap perwira dengan melati dua di pundak itu.
Tiga larangan keras yang ditegaskan dalam apel tersebut, Kapolres juga mengingatkan tiga hal yang tidak bisa ditoleransi:
1. Narkoba dan Pinjol: Zero tolerance bagi personel yang terlibat narkoba dan pinjaman online (pinjol).
2. Administrasi Ketat: Sesuai Telegram Rahasia (TR) Kapolda Lampung, personel dilarang meninggalkan tugas sebelum izin atau cuti resmi keluar. Pengajuan wajib dilakukan jauh-jauh hari.
3. Dokumentasi Wajib: Seluruh kegiatan operasional wajir didokumentasikan menggunakan aplikasi open camera sebagai bentuk transparansi dan pengawasan.
Di akhir arahannya, AKBP Alvie mengajak jajarannya keluar dari zona nyaman dan rutinitas. Personel diminta lebih inovatif serta proaktif dalam memberikan pelayanan.
“Masyarakat harus merasakan kehadiran Polri melalui tindakan persuasif dan hangat. Kedepankan langkah preventif daripada represif. Pastikan negara hadir melalui pelayanan Polri yang humanis dan profesional di Bumi Andan Jejama,” tutupnya.
By : Edi Wijaya





