Kades Gunung Sari K Diduga Marup Anggaran Mobil Ambulance Hingga Ratusan Juta

Zonarepublik.com, Pesawaran- Semakin ramainya dorongan dari beberapa lembaga Kepala Desa untuk menambahkan masajabatan Kepala Desa dari enam ( 6 ) tahun menjadi delapan ( 8 ) tahun, yang mana dalam tuntutan untuk penambahan masa jabatan tersebut tidak di imbangi kinerja yang di tunjukkan untuk kemajuan Desa dan kesejahteraan masyarakat, hingga dengan banyak nya Kepala Desa yang terbukti tersandung hukum dalam pengelolaan dan pelaporan pertanggung jawaban penggunaan anggaran Dana Desa. Sabtu 10 Agustus 2024

 

Bacaan Lainnya

Kali ini mencuat pertanyaan di kalangan masyarakat Desa Gunung Sari, Kecamatan Way Khilau, Kabupaten Pesawaran, Provinsi Lampung, yang menyoroti dalam bidang kegiatan yang di rencanakan hingga dalam bukti pelaksanaan nya di duga banyak kejanggalan hingga diduga selisih anggaran yang sangat pantastis bahkan ke simpang siuran program yang kurang di pahami masyarakat di taksir kerugian negara mencapai ratusan juta

 

Sumber yang meminta untuk sementara tidak di sebutkan namanya menjelaskan pada pewarta media zonarepublik.com, Kalau Mobil Ambulance untuk Kepala Desa Gunung Sari Kasam, Alhamdulillah ada untuk merek mobil nya Wuling dan sudah di gunakan oleh masyarakat, kalau untuk harga pastinya saya kurang paham, kita brousing saja langsung biar tau harga nya untuk paket mobil Ambulance itu sendiri langsung di lengkapi dari produsen nya untuk harga tertinggi tidak sampai di angka Rp 200.000,000 juta.

 

Lanjud sumber, bila memang di anggarkan untuk mobil Ambulance mencapai empat ratus delapan puluh juta lebih itu seharusnya bukan merek mobil Wuling, sudah bila beli mobil Pajero anggaran sebesar itu, ini patut harus di buka dan di telusuri agar bisa mengedukasi masyarakat dan harus di cegah supaya tidak merugikan masyarakat. Tegas nya

 

” Anggaran Mobil Ambulance yang besar hingga tidak masuk akal ini jangan sampai Kepala Desa mengambil kesempatan dalam mengelola Dana Desa hingga di duga memperkaya diri dan membuat melarat masyarakat”.

 

Kami siap membuat laporan dan kami minta kami di kawal oleh rekan media supaya semuanya terbuka dan transparan, karna kami duga bukan hanya pengadaan Mobil Ambulance saja tapi besar dugaan kami dalam kegiatan lain nya sama saja, kami segera lengkapi semua dokumen dan bukti guna pelaporan. Tutup sumber

 

Untuk di ketahui Kepala Desa Gunung Sari Kasam menganggarkan dalam bidang kegiatan pada Tahun 2023 pada Tahap ( Satu ) 1 merealisasikan bidang.

• Ambulance (pengadaan ambulance desa)

Rp 80.000.000

 

Tahap ke (Dua ) 2 kembali di anggarkan dalam realisasi untuk bidang kegiatan

• Ambulance (pengadaan ambulance desa)

Rp 199.900.000

 

Tahap ke ( Tiga ) 3 kembali dianggarkan dan di realisasikan dalam bidang kegiatan

• Ambulance (pengadaan ambulance desa)

Rp 203.125.000

 

Bila di total dengan keseluruhan mulai dari tahap Satu, Dua dan Tiga pada Tahun 2023 untuk bidang kegiatan pengadaan mobil Ambulance Desa Rp 80.000.000 +  Rp 199.900.000 + Rp 203.125.000 total anggaran= Rp. 483.025.000 empat ratus delapan puluh tiga juta dua puluh lima ribu rupiah.

 

Guna keberimbangan pemberitaan team telusur media ini melakukan konfirmasi dengan Kepala Desa Gunung Sari Kasam di kediaman nya menjelaskan, terkait pengadaan Mobil Ambulance Alhamdulillah sudah di anggarkan dari pertama saya ngejabat pada tahap Satu ( 1 ) tahun 2023 kemaren karna saya di Lantik di tanggal dua Pebruari 2023. Ungkapnya

 

” Gak ada penganggaran untuk Mobil Ambulance di anggarkan tiga kali dan gak cukup juga anggaran Dana Desa kalau sampai tiga kali dan gak mungkin juga”.

 

Lanjud Kasam, untuk penganggaran Mobil Ambulance kemaren sebesar. Rp 199.900.000 juta itu ada dua kali pembayaran, di tahap satu ( 1 ) kita membayar sebesar Rp 80.000.000 juta, dan di lanjud di tahap kedua ( 2 ) pembayaran nya sebesar Rp 119.900,000 juta untuk mencukupi jumlah Rp 199.900.000 juta untuk tahap kedua, tahap ketiga juga gak ada, jadi data itu ngawur gak bener data yang di sampaikan tadi. Kilah Kasam

 

Masih ungkap Kades Kasam, pembayaran kemaren dua kali kami transfer ke bang BCA untuk pembayaran nya ya dengan jumlah sebesar Rp 199.900.000 juta itu sudah satu paket perlengkapan dan sudah bisa jalan di gunakan, jadi kalau di data itu menghabiskan sebesar Rp. 483.025.000 juta gak bener data itu. Tutup Kasam

( Edi Wijaya )

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *