Zonarepublik.com, Cilegon – Ketua Serikat Media Siber Indonesia (SMSI) Pusat, Firdaus, melakukan kunjungan kerja strategis ke Kota Cilegon, Rabu lalu. Kunjungan ini bertujuan untuk memperkuat peran pers siber sebagai fondasi transformasi komunikasi nasional. Sabtu 07 Pebruari 2026
Firdaus bertemu dengan sejumlah pejabat dan tokoh di Cilegon, termasuk Mantan Wali Kota Iman Ariyadi, Wakil Wali Kota Fajar Hadi Prabowo, perwakilan Dewan Pers Yogi, dan Plt. Sekda Cilegon Ahmad Aziz Deti. Pertemuan ini mengangkat pentingnya pengakuan dan dukungan terhadap perjuangan serta kontribusi media siber Indonesia.
Pertemuan tersebut dipimpin oleh Ketua SMSI Pusat, Firdaus, dan dihadiri oleh pimpinan daerah Cilegon serta unsur Dewan Pers, menandakan sinergi antara organisasi pers, pemerintah daerah, dan lembaga otoritatif pers nasional.
Pertemuan berlangsung di Kota Cilegon, Banten. Kota ini memiliki makna historis khusus bagi SMSI, karena menjadi tempat deklarasi organisasi tersebut pada tahun 2017. Keberadaan Monumen Siber Indonesia di Cilegon juga menjadi simbol fisik warisan perjuangan media digital.
Kunjungan kerja ini berlangsung pada hari Rabu, [sebutkan tanggal jika diketahui]. Momentum ini juga sekaligus mengingatkan pada deklarasi SMSI di kota yang sama pada tahun 2017.
Firdaus menekankan bahwa perjuangan media siber lahir dari idealisme di tengah dominasi media besar dan berbagai tantangan, termasuk stigma dan tekanan kekuasaan. Kehadiran monumen dan dukungan pemerintah daerah dinilai sebagai bentuk pengakuan bahwa jurnalis siber adalah “cahaya bagi masyarakat,” bukan alat kekuasaan. Cilegon dipandang sebagai titik awal kebangkitan media siber daerah yang kini telah menyebar ke seluruh Indonesia.
Dalam pidatonya, Firdaus menyampaikan apresiasi mendalam atas dukungan Pemerintah Kota Cilegon. “Monumen Siber Indonesia ini bukan sekadar bangunan, tetapi simbol nilai perjuangan, warisan, dan kekuatan transformasi komunikasi di seluruh Indonesia,” tegasnya.
Ia juga merefleksikan perjalanan panjang sejak 2007 melawan dominasi konglomerasi media, hingga deklarasi SMSI di Cilegon sepuluh tahun kemudian. “Tahun 2017 SMSI lahir di Cilegon. Ini bukan kebetulan, ini sejarah,” ungkap Firdaus.
Prinsip jurnalisme yang dipegang teguh juga disampaikan. Firdaus menyebut jurnalis sebagai “dai” atau pembawa pesan kebenaran, dan mengaku konsisten pada jurnalisme murni tanpa mengambil proyek APBD. “Meski jalan ini sunyi, saya yakin ini jalan pengabdian,” katanya.
Kunjungan ini menegaskan komitmen SMSI untuk terus menjadikan pers sebagai pelindung rakyat, pengawal demokrasi, dan penjaga keadilan. Monumen Siber Indonesia diharapkan tetap menjadi inspirasi bagi integritas dan profesionalisme insan pers di seluruh Tanah Air. “Ini legacy kita. Ini warisan untuk bangsa. Dari Cilegon, untuk Indonesia,” pungkas Firdaus.
By : Redaksi