Proyek Jalan Hotmix 11,9 Miliar di Pesawaran Diduga Kuat Tidak Sespesifikasi, Aktivis Minta APH Turun Tangan

Zonarepublik.com, Pesawaran – Proyek jalan hotmix senilai Rp 11,9 miliar di Kecamatan Way Khilau, Kabupaten Pesawaran, Lampung, menjadi sorotan tajam warga dan aktivis anti-korupsi. Proyek yang dikerjakan oleh CV Auliya Pratama ini dikeluhkan rusak berat di usia yang masih “seumur jagung” atau baru berjalan sekitar dua bulan.

Bacaan Lainnya

Pantauan di lapangan memperlihatkan kondisi yang memprihatinkan. Aspal di sejumlah titik sudah retak, bergelombang, dan tidak rata. Kerusakan dini ini diperparah dengan ketebalan lapisan aspal (AC-WC) yang diduga tipis dan tidak memenuhi spesifikasi. Yang lebih mencengangkan, beberapa titik yang rusak bahkan sudah ditambal berkali-kali, menunjukkan perbaikan yang tidak menyelesaikan akar masalah.

 

Dua warga setempat, S (54) dan R (40), yang enggan disebutkan namanya lengkap, menyampaikan kekecewaannya. “Kalau dibangunnya jalan ini ya terima kasih untuk pemerintah Daerah kabupaten Pesawaran, tapi kualitas hasil ini hotmix tidak seperti jalan baru, sangat bergelombang,” ujar salah satu dari mereka.

 

Mahmuddin, Aktivis Masyarakat Anti Korupsi Lampung, menilai kerusakan dini ini adalah indikasi kuat adanya penyimpangan dalam pengerjaan proyek. “Kami menduga proyek yang sedang dikerjakan ini tidak sespesifikasi dalam pengerjaannya. Bila dugaan kami benar, artinya ada korupsi,” tegas Mahmuddin saat dikonfirmasi pada Senin (1/9/2025).

 

Dia mendesak Aparat Penegak Hukum (APH), dalam hal ini Polres Pesawaran, untuk segera menyelidiki proyek yang bersumber dari APBD Kabupaten Pesawaran Tahun Anggaran 2025 ini. “Proyek ini kan belum di Provisional Hand Over (PHO), serah terima belum dilakukan. Bahkan bila diperlukan, kami siap menunjukan titik-titik pekerjaan yang kami duga sarat masalah,” tandasnya.

 

Upaya untuk mengonfirmasi hal ini ke Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Kabupaten Pesawaran menemui jalan buntu. Pihak Dinas disebutkan masih bungkam dan tidak memberikan respon atau penjelasan yang akurat terkait temuan di lapangan.

 

Analisis kerusakan dini Secara teknis, kerusakan dini pada jalan hotmix seperti ini umumnya disebabkan oleh beberapa faktor krusial:

1. Kualitas aspal yang buruk.

2. Pemadatan yang tidak sempurna.

3. Campuran aspal yang tidak sesuai dengan Job Mix Formula (JMF).

4. Kondisi tanah dasar yang tidak stabil.

 

Gabungan dari faktor-faktor tersebut, terutama jika spesifikasi diabaikan untuk menekan biaya, akan mempercepat kerusakan jalan.

 

Mahmuddin dan tim investigasinya menyatakan akan terus menelusuri proyek ini untuk memastikan kejelasan dan akuntabilitas penggunaan dana publik. Masyarakat menunggu tindak lanjut serius dari APH dan transparansi dari Pemerintah Daerah untuk mengungkap apakah benar ada praktik korupsi yang menggerogoti proyek infrastruktur publik ini.

 

By : Edi Wijaya

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *