Zonarepublik.com, Pesawaran, Lampung – Keluhan panjang warga Dusun Lubuk Tanoh, Kecamatan Way Khilau, Kabupaten Pesawaran, akhirnya mencuat. Mereka mengaku akses jalan menuju dusunnya tak kunjung dibangun sejak pertama kali dibuka puluhan tahun lalu, bahkan sejak zaman kemerdekaan.
Seorang warga setempat, Hadri (50), menyampaikan bahwa jalan tersebut sudah ada sejak masa kepemimpinan Kepala Desa almarhum Basuni, tepatnya pada era pemerintahan Presiden Soeharto. Namun, hingga tahun 2026, jalan tersebut belum juga mendapat perhatian dari pemerintah desa maupun kabupaten.
“Jalan ini sejak dibuka badan jalannya pada masa jabatan Kepala Desa almarhum Pak Basuni, dari zaman Presiden Soeharto sampai sekarang tahun 2026, belum pernah tersentuh pembangunan, baik oleh pemerintah desa maupun kabupaten,” ujar Hadri, Rabu (8/4/2026).
Menurut Hadri, jalan tersebut merupakan kewenangan pemerintah kabupaten. Ia mengungkapkan sempat ada secercah harapan saat Wakil Bupati Pesawaran, Anton, melakukan kunjungan pada akhir tahun 2025.
“Waktu itu Pak Wakil Bupati datang saat melayat orang tua saya yang meninggal dunia. Beliau sempat menyampaikan dan diunggah di akun media sosial TikTok pribadinya bahwa jalan ini akan segera dibangun,” tambahnya, sedikit getir.
Hingga saat ini, janji tersebut belum terlihat realisasinya. Kondisi jalan yang rusak parah pun terus mengganggu aktivitas warga. Jalan tersebut merupakan akses utama bagi anak-anak sekolah serta para petani yang hendak menuju ladang dan kebun mereka.
“Setiap hari anak-anak sekolah lewat sini, begitu juga para petani. Tidak jarang terjadi kecelakaan karena kondisi jalan yang rusak. Apalagi saat musim hujan, jalan menjadi sangat becek dan penuh bebatuan,” jelasnya.
Warga berharap pemerintah Kabupaten Pesawaran segera merealisasikan pembangunan jalan tersebut. Mereka ingin aktivitas masyarakat dapat berjalan dengan aman dan lancar, tanpa takut terperosok atau terjebak lumpur.
“Kami sangat berharap pemerintah kabupaten segera membangun jalan ini. Jangan sampai janji hanya tinggal janji. Kami sudah menunggu sejak zaman kemerdekaan,” tutup Hadri mewakili warga Dusun Lubuk Tanoh.
By : Team





