G-MAKI Laporkan Dugaan Penyelewengan Dana Pekon Sukanegri ke Inspektorat: Ada Indikasi Manipulasi dan Pekerjaan Fiktif

Zonarepublik.com, Pringsewu – Gerakan Masyarakat Anti Korupsi (G-MAKI) Pringsewu resmi melaporkan dugaan penyelewengan dana Pekon Sukanegri, Kecamatan Pardasuka, kepada Inspektorat Kabupaten Pesawaran, Provinsi Lampung pada Selasa (12/8/2025). Laporan ini didasari temuan indikasi mark’up, pekerjaan fiktif, dan ketidaktransparanan pengelolaan anggaran selama tiga tahun terakhir. 13 Agustus 2025

 

Bacaan Lainnya

Masyarakat Ditolak, Dana Dipertanyakan Aktivis G-MAKI, Mahmuddin, menyatakan laporan ini muncul setelah warga terus diabaikan oleh Badan Himpunan Pekon (BHP) Sukanegri. “Warga yang meminta klarifikasi penggunaan dana justru dianggap tidak berhak menanyakan. Ini bentuk pembungkaman,” tegasnya.

 

Berdasarkan pantauan Jaringan Pencegahan Korupsi, banyak item pekerjaan dalam laporan keuangan pekon tidak memiliki bukti fisik. “Jalan yang diklaim dibangun tidak ada, rabat beton di Dusun 4 didanai ganda dari pengembalian dan APBDes. Ini jelas penggelapan,” tambah Mahmuddin.

 

G-MAKI juga mengungkap anggaran langganan internet pekon yang mencapai puluhan juta per tahun, tetapi tidak bisa diakses masyarakat. “Dana besar, tapi hanya dinikmati oknum pekon. Di mana keadilannya?” tanya Mahmuddin.

 

Selain itu, terjadi tumpang tindih pendanaan pengerasan jalan yang didanai oleh calon anggota dewan, namun juga dicatat sebagai proyek APBDes. “Ini bukti kolusi dan pemborosan uang rakyat,” tegasnya.

 

G-MAKI mendesak Inspektorat dan Kejaksaan Negeri (Kejari) Pringsewu turun langsung ke lokasi, melibatkan masyarakat dalam pemeriksaan. “Kami minta transparansi total. Jangan sampai kasus ini dikubur!” seru Mahmuddin.

 

Masyarakat Sukanegri berharap investigasi akan mengungkap praktik korupsi sistemik yang diduga melibatkan aparat pekon. “Kami tidak akan diam sampai keadilan ditegakkan,” pungkasnya.

 

Inspektorat Kabupaten Pringsewu dikonfirmasi telah menerima laporan dan akan segera memproses pemeriksaan. Sementara itu, tekanan publik terus mengalir di media sosial dengan tagar #UsutTuntas KorupsiSukanegri.

 

By : Edi Wijaya

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *