Zonarepublik.com, Pesawaran, Lampung – Aktivis Gerakan Masyarakat Anti Korupsi Indonesia (G-MAKI) dan warga dua desa di Kecamatan Way Khilau menyampaikan apresiasi kepada Komisi III DPRD Kabupaten Pesawaran. Terima kasih ini disampaikan setelah komisi tersebut turun langsung mengecek proyek jalan dan Talud Pengaman Tebing (TPT) yang ambrol senilai Rp 11,9 miliar di Desa Kubu Batu dan Tanjung Rejo.
Koordinator G-MAKI, Mahmuddin, mengatakan kunjungan kerja Komisi III pada 28 Juli 2023 lalu adalah respons atas pengaduan masyarakat dan pemberitaan viral di media. Proyek yang diduga dikerjakan tidak sesuai spesifikasi itu ambrol dan longsor akibat diterjang banjir.
“Dugaan kami, pengerjaannya kurang pas. Dasar TPT hanya menumpang di atas akar kayu sehingga tidak memiliki kekuatan dan akhirnya ambrol,” ujar Mahmuddin, Selasa (29/8/2023).
Berkat intervensi Komisi III, pihak kontraktor, CV Auliya Pratama, akhirnya mulai melakukan perbaikan. Pekerjaan perbaikan dilakukan dengan menggunakan material pancang kayu gelam dan bronjong sesuai rekomendasi dewan.
“Kami mengucapkan terima kasih kepada Komisi III DPRD Kabupaten Pesawaran yang telah turun mendengarkan suara kami dan melakukan cek lapangan,” tambah Mahmuddin.
Meski proyek sudah mulai dikerjakan, warga dan G-MAKI menyatakan akan terus mengawasi prosesnya hingga selesai. Mereka menuntut perbaikan tidak hanya dilakukan pada bagian yang ambrol sepanjang 30 meter, tetapi juga di sepanjang tebing sungai yang rentan longsor, yang diperkirakan mencapai 300 meter.
Di sisi lain Laporkan Dugaan KKN ke Pihak Berwajib, dugaan praktik Korupsi, Kolusi, dan Nepotisme (KKN) dalam proyek ini telah dilaporkan secara resmi ke kepolisian.
Sekretaris LSM Penjara DPD Provinsi Lampung, Ikbal Khomsi, mengonfirmasi bahwa laporan telah dilayangkan ke Polres Pesawaran. Mereka meminta Aparat Penegak Hukum (APH) untuk melakukan penyelidikan menyeluruh.
“Berdasarkan analisa dan investigasi kami, kami meyakini ada perbuatan melawan hukum dugaan korupsi dalam pengerjaan proyek yang menelan anggaran miliaran rupiah ini,” tegas Ikbal.
Ikbal juga menyoroti kualitas pekerjaan jalan hotmix yang dinilai sangat tidak memadai. “Hotmix yang sudah digelar sangat tipis, bergelombang, dan ada yang sudah ditambal karena rusak. Kami mengharapkan pelaksana proyek dapat mempertanggungjawabkan perbuatannya yang terindikasi tidak sesuai spesifikasi,” pungkasnya.
Hingga berita ini diturunkan, upaya perbaikan TPT yang ambrol masih terus dilakukan. Namun, pengawasan ketat dari masyarakat dan aktivis anti-korupsi akan terus berlanjut untuk memastikan proyek perbaikan ini benar-benar dilaksanakan sesuai dengan spesifikasi teknis yang ditetapkan.
By : Edi Wijaya





