Zonarepublik.com, Pesawaran – Pengelolaan dana penyertaan modal Badan Usaha Milik Desa (BUMDes) “Sunar” di Desa Sukaraja, Kecamatan Gedong Tataan, Kabupaten Pesawaran, Lampung, diwarnai sejumlah kejanggalan yang merugikan keuangan desa. Realisasi proyek peternakan burung puyuh senilai Rp 206.097.000 dari total anggaran penyertaan modal tahun 2025, diduga tidak transparan dan penuh ketidaksesuaian. 26 Oktober 2025
Berdasarkan penelusuran tim media, Ketua BUMDes Sunar mengaku telah menerima dana sebesar Rp 206.097.000. Dari jumlah tersebut, Sunar menyebut dana telah habis untuk membeli 4.000 ekor burung puyuh seharga Rp 38.000.000 (Rp 9.500/ekor) dan empat unit kandang dengan total Rp 22.000.000 (Rp 5.500.000/kandang untuk 1.000 ekor). Selain itu, dibangun pula gedung berukuran 6×12 meter dengan konstruksi bata separo dan papan separo dan atap baja ringan.
Namun, investigasi di lapangan menemukan fakta yang berbeda. Jumlah burung puyuh yang diterima dan ada di kandang hanya sekitar 3.750 ekor, atau berkurang 250 ekor dari yang seharusnya. Sunar membenarkan hal ini, “Memang yang ada baru 3750 ekor, masih kekurangan 250 ekor yang belum dikirim.”
Kontroversi Pengiriman dan Kematian Puyuh terkuak dari Klaim BUMDes bahwa ada 250 ekor puyuh yang belum dikirim dibantah oleh suplier, Anggi, dari Sub Bidang Agen Paksi Lampung di Sidomulyo, Lampung Selatan. Melalui konfirmasi via WhatsApp, Anggi memberikan keterangan yang kontradiktif.
“Kami kemarin kirim sekitar 160 box dikali 25 ekor per box dengan total 4000 ekor burung puyuh. Itupun sudah kami lebihi. Tapi namanya dalam perjalanan banyak yang mati, maka di tempat BUMDES itu cuma ada sekitar 3500 ekor,” jelas Anggi.
Ia menambahkan bahwa kekurangan 250 ekor akan diganti pada akhir bulan ini. Pernyataan ini menguatkan dugaan bahwa yang terjadi bukanlah ‘pengiriman yang tertunda’, melainkan kematian massal puyuh yang signifikan, sebuah risiko yang seharusnya telah diantisipasi dalam perencanaan proyek.
Sunar ketua BUMDes mengklaim membeli kandang dengan harga Rp 5.500.000 per unit untuk 1.000 ekor, yang ada 8 unit dengan kapasitas 4000 ekor menghabiskan anggaran sebesar Rp 22 juta
Dengan anggaran Rp 206 juta yang dinyatakan habis, sumber yang tidak ingin di sebutkan menjelaskan untuk estimasi tertinggi dari 4000 ekor burung puyuh mulai dari kandan dan bangunan sudah siap jalan produksi paling banyak menghabiskan anggaran sebesar Rp 115.000.000 sudah paling besar jadi jadi dari anggaran sebesar Rp 206.097,000 di taksir negara dirugikan sebesar 91.097,000
Belum lagi kegiatan untuk pertanian jagung yang hingga hari ini tidak tau kejelasannya seperti apa, dan dikemanakan anggaran nya, dan tak hanya sampai disitu saja kegiatan lain juga seperti Pemeliharaan gedung juga tidak banyak berubah meski menghabiskan anggaran yang cukup besar. Trup sumber
Ketidakjelasan tidak hanya terjadi pada proyek puyuh. Sunar mengakui ada program lain, yaitu penanaman jagung di lahan sewa PTPN seluas 3 hektar. Namun, program ini hingga kini belum berjalan karena perizinan yang disebutnya “belum beres.” Hal ini mempertanyakan keseriusan perencanaan dan kelayakan BUMDes dalam mengelola dana masyarakat.
Besarnya aliran dana ke desa ini tidak diimbangi dengan sistem pengawasan dan akuntabilitas yang ketat. Buktinya, proyek bernilai ratusan juta dapat berjalan dengan data dan realisasi yang tidak akurat. Belum lagi kegiatan anggaran lain yang kami curigai
Dana Rp 206 juta adalah uang rakyat yang harus dikelola dengan prinsip akuntabel, transparan, dan bertanggung jawab. Setiap rupiah yang hilang atau tidak tepat sasaran adalah pengkhianatan terhadap amanah dan pembangunan desa. Masyarakat Desa Sukaraja berhak mendapatkan kejelasan dan pertanggungjawaban yang nyata.
Untuk di ketahui Desa Sukaraja, Kecamatan Gedong Tataan, Kabupaten Pesawaran, Provinsi Lampung Tahun Anggaran 2024 Rp. 1.654.206.000
1. Pemeliharaan Gedung dan Prasarana Perkantoran Rehabilitasi Ruang Kepala Desa Rp 30.000.000
2. Pemeliharaan Gedung dan Prasarana Perkantoran Ruang Rehabilitasi Staf dan Aula Rp 30.000.000
3. Pemeliharaan Gedung dan Prasarana Perkantoran Rehabilitasi Ruang Pelayanan Rp 30.000.000
4. Penyediaan Insentif/Operasional RT/RW 336 PAKET Operasional RT/RW Insentif RT 28 org (DD) Rp 252.000.000
5. Operasional Pemerintah Desa Operasional Pemerintahan Desa Rp 46.792.530
6. Operasional Pemerintah Desa Operasional Pemerintahan Desa Rp 2.610.000
7. Pendataan Usaha Mikro Rp 3.500.000
8. tingkat Desa HUT Desa Sukaraja Rp 30.000.000
9. Peringatan HUT RI Rp 16.095.000
10. Peringatan Hari Besar Islam Rp 13.251.290
11. Laporan Pertanggung jawaban BUMDes DEsa Sukaraja Rp 3.000.000
Desa Sukaraja, Kecamatan Gedong Tataan, Kabupaten Pesawaran Tahun Anggaran 2025 Rp. 1.663.110.000
1. Operasional Pemerintah Desa OPRASIONAL PEMERINTAHAN DESA Rp 37.990.500
2. Penyertaan Modal 332.622.000 Rupiah
3. Penyertaan Modal BUMDes Penyertaan Modal Desa Rp 206.097.000
Guna keberimbangan pemberitaan team media melakukan kordinasi dan konfirmasi pada kepala desa Sukaraja Surawan melalui pesan Whatsap nya walau dalam keadaan aktif dan dibaca kepala desa tidak memberikan hak jawab nya sampai pemberitaan di terbitkan.
By : Edi Wijaya





