Zonarepublik.com, Medan – Isu panas terkait dugaan peredaran narkoba dan praktik penipuan (lodes) yang dikendalikan dari dalam Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas I Medan akhir-akhir ini ramai menjadi buah bibir di media sosial. Menanggapi hal tersebut, pihak lapas buka suara sambil membuktikan kondisi riil di lapangan.
Kepala Lapas Kelas I Medan secara tegas membantah tudingan miring tersebut. Dalam rilis resmi yang diterima wartawan, Sabtu (21/3/2026), ia menegaskan bahwa kabar yang beredar luas di platform digital itu tidak benar, tidak berdasar, dan tidak dapat dipertanggungjawabkan.
“Setiap informasi yang berkembang di masyarakat pada prinsipnya kami jadikan sebagai bagian dari kontrol publik. Namun demikian, informasi tersebut harus tetap didasarkan pada data dan fakta yang dapat dipertanggungjawabkan, sehingga tidak menimbulkan persepsi yang keliru di tengah masyarakat,” ujar Kalapas dalam keterangannya.
Alih-alih hanya sekadar klarifikasi lisan, jajaran Lapas Kelas I Medan bergerak cepat. Bersama Tim Satuan Operasional Kepatuhan Internal (Satops Patnal) Kanwil Kemenkumham Sumatera Utara, petugas melakukan pengecekan langsung ke blok-blok hunian pada Jumat (20/3/2026).
Kepala Kesatuan Pengamanan Lapas (Ka. KPLP) memimpin langsung inspeksi mendadak (sidak) tersebut. Hasilnya, tidak ditemukan adanya indikasi peredaran narkoba maupun aktivitas ilegal lain yang dituduhkan.
“Kami memastikan bahwa kondisi di dalam Lapas Kelas I Medan dalam keadaan aman dan terkendali. Tidak ditemukan adanya peredaran narkoba maupun aktivitas ilegal lainnya,” tegas Ka. KPLP.
Ia menambahkan bahwa pihaknya secara konsisten menjalankan razia rutin dan insidentil, serta memperkuat sistem pengawasan berlapis untuk mencegah masuknya barang terlarang.
Lebih lanjut, Lapas Kelas I Medan menegaskan komitmen penuh seluruh jajarannya dalam mendukung program nasional pemberantasan narkoba. Berbagai upaya preventif dan represif terus dimaksimalkan, termasuk sinergi aktif dengan aparat penegak hukum di lingkungan sekitar.
Terkait tudingan adanya warga binaan yang “mengendalikan” bisnis ilegal serta dugaan keterlibatan oknum petugas, Kalapas memastikan bahwa hingga saat ini tidak ditemukan bukti atau indikasi serius yang mendukung tuduhan tersebut.
“Apabila terdapat indikasi pelanggaran, kami terbuka terhadap laporan resmi yang dilengkapi dengan data dan fakta yang valid,” pungkasnya.
Di akhir pernyataannya, pihak lapas mengimbau masyarakat untuk lebih bijak dalam menerima dan menyebarluaskan informasi. Masyarakat diminta tidak mudah terpengaruh oleh berita yang belum terverifikasi, demi mencegah keresahan publik yang tidak perlu.
Dengan langkah tegas ini, Lapas Kelas I Medan bertekad untuk terus menjaga integritas serta memastikan lingkungan pemasyarakatan yang bersih dari narkoba dan praktik ilegal lainnya.
Pernyataan resmi disampaikan menyusul maraknya isu di media sosial terkait dugaan peredaran narkoba dan lodes (penipuan) yang dinilai mencemarkan nama baik institusi.
By : Edi Wijaya





