Disdikbud Lampung Kawal Langsung Pemindahan 79 Siswa Eks SMA Siger, Pastikan Hak Pendidikan Tetap Terjamin

Zonarepublik.com, Bandar Lampung – Pemerintah Provinsi Lampung melalui Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Provinsi Lampung bergerak cepat memastikan puluhan siswa eks SMA Siger tetap dapat melanjutkan pendidikan setelah sekolah tersebut tidak lagi beroperasi akibat persoalan perizinan.

 

Bacaan Lainnya

Kepala Disdikbud Provinsi Lampung, Thomas Amirico, turun langsung mengawal proses penempatan siswa ke sejumlah sekolah swasta di Bandar Lampung, Senin (8/6/2026). Langkah ini dilakukan untuk memastikan tidak ada peserta didik yang kehilangan hak memperoleh pendidikan.

 

Sebanyak 79 siswa eks SMA Siger telah ditempatkan di enam sekolah swasta dan langsung mengikuti kegiatan akademik, termasuk ujian kenaikan kelas yang juga menjadi bagian dari proses penyesuaian di sekolah baru.

 

“Hari ini saya antar siswa SMA Siger ke sekolah tujuan. Ada enam sekolah yang melaksanakan ujian. Ada 79 siswa yang sudah berada di dalam kelas mengikuti ujian di enam sekolah tersebut. Mudah-mudahan semuanya berjalan lancar,” ujar Thomas Amirico.

 

Berdasarkan data Disdikbud Lampung, para siswa ditempatkan di sekolah yang lokasinya disesuaikan dengan domisili masing-masing agar proses adaptasi berjalan lebih mudah. Sebanyak 28 siswa ditempatkan di SMA Arjuna, 20 siswa di SMA Bina Mulya, 21 siswa di SMA Islamiyah, tujuh siswa di SMA Assafina, satu siswa di SMA Pangudi Luhur, dan dua siswa di SMA Budaya.

 

Menurut Thomas, pertimbangan utama dalam penentuan sekolah tujuan adalah faktor kedekatan dengan tempat tinggal siswa sehingga tidak menimbulkan kendala baru, terutama terkait akses transportasi dan mobilitas harian.

 

“Alasan dipilihnya enam sekolah swasta ini karena berdekatan dengan rumah siswa-siswa tersebut, supaya memudahkan mereka dari segi jarak,” katanya.

 

Selain memastikan keberlanjutan proses belajar mengajar, Disdikbud Lampung juga berkomitmen memberikan dukungan agar perpindahan sekolah tidak menjadi beban tambahan bagi orang tua siswa.

 

“Kalau masalah biaya jangan sampai menjadi beban bagi orang tua dan siswa. Kita akan bantu semaksimal mungkin. Yang penting tugas mereka hanyalah belajar,” tegasnya.

 

Pada hari pertama menempati sekolah baru, seluruh siswa terlihat mengikuti ujian dengan antusias. Disdikbud menilai semangat belajar para siswa menjadi modal penting untuk melanjutkan pendidikan di lingkungan yang baru.

 

“Hari ini mereka mengikuti ujian untuk kenaikan kelas. Alhamdulillah berjalan dengan lancar. Mereka tampak semangat belajar dan semangat mengerjakan tes,” ujar Thomas.

 

Lebih lanjut, Thomas menyebut perhatian terhadap para siswa eks SMA Siger juga menjadi bagian dari arahan Gubernur Lampung, Rahmat Mirzani Djausal, yang meminta agar seluruh siswa tetap mendapatkan akses pendidikan hingga menyelesaikan jenjang sekolah menengah atas.

 

“Pemerintah Provinsi Lampung berkomitmen memastikan mereka tetap melanjutkan sekolah dan menyelesaikan pendidikan di sekolah yang telah ditetapkan,” katanya.

 

Langkah cepat yang dilakukan Disdikbud Lampung dinilai mencerminkan komitmen pemerintah daerah dalam menjamin hak pendidikan warga negara. Di tengah proses transisi yang dihadapi para siswa, pemerintah memilih fokus pada solusi agar kegiatan belajar mengajar tetap berlangsung dan masa depan pendidikan para siswa tetap terjaga.

 

By : Edi Wijaya

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *