Antara Dokumen dan Fakta Lapangan, Dugaan Ketidaksesuaian Mengemuka

Zonarepublik.com, Pesawaran – Perkembangan dugaan pencemaran lingkungan di Dusun Ampai, Desa Sinar Harapan, Kecamatan Kedondong, Kabupaten Pesawaran, terus bergulir. Aktivitas pengolahan batuan menggunakan gelondong dan tong yang disebut-sebut berkaitan dengan uji laboratorium dari Universitas Lampung (Unila) kini mendapat perhatian dari pemerintah kecamatan.

 

Bacaan Lainnya

Tim media melakukan penelusuran dengan mengonfirmasi Camat Kedondong, Irwan Rosa, SH. Saat ditemui di kantornya, ia membenarkan bahwa setelah isu tersebut mencuat ke publik, perwakilan dari pihak yang terkait dengan aktivitas di lokasi sempat mendatangi kantor kecamatan.

 

“Setelah ramai, memang ada utusan yang datang ke kantor. Mereka menyampaikan surat pemberitahuan terkait kegiatan yang mereka lakukan,” ujar Irwan.

 

Namun demikian, Irwan menegaskan bahwa pihak kecamatan hanya menerima informasi secara administratif dan tidak dalam posisi untuk menilai aspek teknis kegiatan tersebut.

 

“Kami sifatnya menerima pemberitahuan saja. Untuk penilaian teknis, itu kewenangan dinas terkait,” tambahnya.

 

Pernyataan ini memperlihatkan bahwa informasi mengenai aktivitas di lokasi telah disampaikan ke pemerintah setempat, meski sifatnya terbatas pada pemberitahuan. Di sisi lain, aktivitas yang berlangsung di lapangan, termasuk penggunaan peralatan pengolahan dan dugaan adanya limbah, masih memerlukan verifikasi dari instansi berwenang.

 

Sebelumnya, sejumlah warga melaporkan adanya perubahan kondisi air sungai dan temuan ikan mengambang. Informasi tersebut hingga kini masih menunggu pembuktian melalui uji laboratorium resmi.

 

Di tengah berkembangnya informasi, muncul pula dokumen yang menyebut lokasi tersebut sebagai fasilitas penunjang riset. Namun, kesesuaian antara dokumen administratif dengan aktivitas di lapangan masih menjadi pertanyaan yang belum terjawab.

 

Hingga berita ini diterbitkan, pihak pengelola kegiatan belum memberikan keterangan resmi secara terbuka kepada media. Sementara itu, instansi terkait juga diharapkan segera melakukan pemeriksaan langsung guna memastikan kondisi sebenarnya di lapangan.

 

Tim media masih terus melakukan pendalaman dan membuka ruang konfirmasi dari seluruh pihak terkait guna menjaga keberimbangan informasi.

 

By : Edi Wijaya

 

 

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *