Zonarepublik.com, Pesawaran,- Setelah ramai pemberitaan dugaan kegiatan fiktif dan mangkrak kegiatan ketahanan pangan Desa Sukaraja, Kecamatan Gedong Tataan, Kabupaten Pesawaran, Provinsi Lampung pewarta melanjutkan penelusuran konfirmasi secara langsung pada Kepala Desa Sukaraja Dimas Malfinas S.E Di temui di balai desa nya menjelaskan” sebenar nya semuanya berawal dari masyarakat dan Gapoktan menganggap program ketahanan pangan 20% itu yang mengelola Gapoktan,” ucapnya. 07 Agustus 2023

Lajud Dimas Malfinas tapi kan yang mengelola harus melalui Team Pelaksana Kerja ( TPK ) jadi kalau masyarakat dan Gapoktan gak di kaitkan salah juga, karena ada musyawarah dan pertemuan rutin Gapoktan dan usulan semuanya dari Gapoktan, karna di Sukaraja ada permasalahan kelangkaan pupuk jadi untuk menanggulangi itu solusinya bersama PPL dan kami mengadakan pembuatan pupuk organik jadi makanya keluar program padi sehat percobaan berhasil atau tidak nya program itu namanya kami lagi belajar dan pembelian mesin untuk pencacah jerami dan itu sudah berjalan satu kali panen yang di kelola oleh Poktan dan gapoktan.” Kilahnya
Masih ungkap Dimas Malfinas
Untuk pengadaan Budi daya ikan kita pemberdayaan LPM dan langsung dikelola oleh LPM di bawah ke pengawasan Gapoktan juga dalam perjalanan nya rupanya gagal panen mati semua bibit ikan dna nyerahin nya ke saya , belum lagi soal penanaman singkong itu pas di tataan sebelum panen terkendala banjir dan jadi kebawa banjir semua, untuk hidroponik kami belum berjalan lagi karena terkendala pemasaran dalam penjualan karena kos operasionalnya besar, pada intinya semua kegiatan sudah kami jalankan dan serahkan semua.” ungkapnya
Ali selaku Team Pelaksana Kerja ( TPK ) yang sekaligus kaur perencanaan Desa Sukaraja menjelaskan untuk ketahanan pangan Kam 20% kami melibatkan Gapoktan Dan PPl dan masyarakat, berjalan lah program padi Sehat lokasi di dusun 6 Sukaraja yang di laksanakan oleh bapak Tumingan bendahara Gapoktan dan pak Supar Jimin selaku ketua Gapoktan jadi kalau pak Supar Jimin selaku Gapoktan gak di libatkan salah besar,” ucapnya
Lanjud Ali untuk padi sehat kami berikan bantuan pupuk lupa saya jumlah nya dan bibit benih padi 2O kg, bantuan permodalan pupuk dan itu di kelola oleh Gapoktan, untuk perikanan kami hibahkan ke LPM Sukaraja dan di kelola di dusun 1 ada 2O kerambah kolam ikan dan di kelola Lembaga pemberdayaan masyarakat yang di ketuai bapak Wahyu, sekitar 40O0 ekor ikan sebesar jempol tangan ikan lele dan kebetulan satu kali panen dan seterusnya di kelola di masing- masing rumah dan masih berjalan,” kilahnya
Masih keterangan Ali untuk pengadaan bibit singkong 1000 batang dan kita beli dengan Gapoktan kita sendiri dari ketua nya pak Supar jimin dan di kelola di dusun 1, dan untuk hidroponik ada di samping balai desa sudah berjalan 3 kali panen karena memang tidak ada program berkelanjutan di 2023 ini tidak kita lanjutkan.” Tutupnya
Di beritakan sebelum nya dengn judul





