Zonarepublik.com, Pesawaran – Sejumlah Tenaga Kerja Sukarela (TKS) di Puskesmas Punduh pidada Pesawaran mengungkapkan kekecewaan mereka terkait pembagian uang jasa pelayanan (jaspel) yang dinilai tidak adil. Menurut mereka, pembagian jaspel selama ini hanya diberikan kepada Aparatur Sipil Negara (ASN), sementara TKS tidak mendapatkan bagian sama sekali. Rabu 6-3-2024
Salah satu narasumber yang merupakan TKS menyatakan, kebijakan pembagian jaspel di Puskesmas Punduh pidada, mereka berbeda dengan puskesmas lain di Pesawaran, di mana ASN, tenaga honorer, dan TKS sama-sama mendapatkan jaspel. Keluhan ini muncul lantaran bendahara Puskesmas Punduh pidada menyatakan bahwa hanya ASN yang berhak menerima jaspel, mengacu pada peraturan yang berlaku.
Kondisi ini semakin diperparah dengan fakta bahwa besaran jaspel honor yang diterima oleh tenaga kerja di puskesmas Punduh pidada telah mengalami penurunan signifikan selama lebih dari sepuluh tahun terakhir. Dari semula 600 ribu rupiah per bulan, kini jaspel yang diterima hanya tinggal 200 ribu rupiah per bulan.
Para TKS berharap ada peninjauan ulang terhadap kebijakan pembagian jaspel di Puskesmas, sehingga bisa lebih adil dan merata. Mereka juga mendesak agar pengelolaan keuangan puskesmas dibuat lebih transparan, sehingga semua pihak bisa memahami alasan di balik keputusan yang diambil terkait dengan pembagian jaspel.
Pihak Puskesmas Punduh pidada Pesawaran hingga berita ini dibuat belum memberikan tanggapan atas keluhan yang disampaikan oleh para TKS. Kondisi ini menimbulkan pertanyaan tentang bagaimana kebijakan dan pengelolaan keuangan puskesmas di wilayah tersebut kedepannya, terutama dalam menjamin kesejahteraan semua tenaga kerja, baik ASN, honorer, maupun TKS. ( Edi )





