Zonarepublik.com, Depok – Sepasukan prajurit baja dari Kesatria Siger berhasil mencuri perhatian di kancah nasional. Sebanyak 17 personel Satbrimob Polda Lampung pulang dengan kepala tegak setelah meraih predikat juara dalam Pelatihan Pertempuran Kota (Urban Warfare) yang digelar Korps Brimob Polri.
Bergelar “Unit Terbaik III” se-Indonesia, capaian ini menjadi bukti nyata kemampuan tempur personel Brimob Lampung di medan perkotaan yang kompleks.
Pelatihan yang berlangsung dari 9 April hingga 6 Mei 2026 di Pusat Latihan Multifungsi Polri, Cikeas, itu diikuti oleh pasukan elite dari berbagai Polda. Di bawah komando Ipda Ade Natalista, tim taktis Satbrimob Polda Lampung menunjukkan dominasi dalam simulasi pertempuran jarak dekat (Close Quarter Battle) dan penerobosan gedung (Tactical Door Entry).
Tak hanya membawa pulang gelar unit terbaik, Satbrimob Polda Lampung juga menorehkan prestasi individu membanggakan. Briptu Hari Petrus Tampubolon, personel Kompi 3 Batalyon B Pelopor, berhasil dinobatkan sebagai Peringkat III Individu Terbaik dari total seluruh peserta pelatihan se-Indonesia.
“Ini bukan sekadar piala. Ini bukti kesiapan operasional kita di tengah dinamika ancaman perkotaan yang kian kompleks,” ujar Kapolda Lampung, Irjen Pol Helfi Assegaf, saat dikonfirmasi awak media, Jumat (8/5/2026).
Irjen Helfi menyampaikan apresiasi setinggi-tingginya kepada Ipda Ade Natalista beserta 16 personel lainnya. Menurutnya, keberhasilan ini menempatkan kualitas teknis dan mentalitas Brimob Lampung sejajar dengan level elite nasional.
Pelatihan Urban Warfare yang diselenggarakan Korbrimob Polri ini difokuskan pada empat kemampuan utama:
1. Tactical Door Entry: Teknik penerobosan dan penguasaan gedung bertingkat.
2. Close Quarter Battle (CQB): Pertempuran jarak dekat dalam ruang sempit.
3. Urban Navigation: Navigasi dan mobilitas cepat di lingkungan padat penduduk.
4. Sniper Positioning: Penempatan penembak jitu dan sterilisasi area publik dari ancaman intensitas tinggi.
Dengan berakhirnya diklat bergengsi ini, ke-17 personel tidak akan berpangku tangan. Mereka diharapkan segera bertransformasi menjadi instruktur bagi rekan-rekan lainnya di Polda Lampung.
“Targetnya adalah transfer knowledge. Kemampuan ini harus menular ke seluruh satuan, sehingga kesiapsiagaan Satbrimob Polda Lampung dalam menjaga kamtibmas di seluruh wilayah hukum Provinsi Lampung semakin kokoh,” pungkas Kapolda.
Keberhasilan ini sekaligus menjadi alarm bagi gangguan keamanan di Lampung: Kesatria Siger kini semakin terlatih untuk pertempuran kota modern.
By : Edi Wijaya