Zonarepubblik.com, Pesawaran – Bukan sekadar gangguan, ini sudah menjadi bentuk pengabaian terstruktur terhadap hak dasar warga. Distribusi air PDAM di Desa Way Layap, Kecamatan Gedong Tataan, mati total sejak 6 hari lalu. Tidak ada penjelasan. Tidak ada perbaikan. Yang ada hanyalah kesunyian dan ketidakpedulian dari pihak pengelola PDAM desa. Sementara itu, tagihan air kemungkinan besar tetap berjalan.
“Air mati hampir sepekan, tapi tidak ada penjelasan apa pun. Kami tetap bayar, tapi pelayanan dibiarkan. Ini adalah penipuan berkedok pelayanan publik,” tegas Baharudin, salah satu pelanggan yang frustrasi. Pengaduan warga, seperti disampaikan Sukarman, Muhamat Ibrahim, Mansur, dan Hayun, seolah menguap diterpa angin. Tak ada respons, apalagi turun tangan petugas.
Di tengah krisis ini, DPRD Kabupaten Pesawaran tampak absen. Lembaga yang seharusnya menjadi ujung tombak pengawasan dan pembela kepentingan rakyat itu seakan tutup mata. Warga kini menyerukan dengan nada tinggi: “Panggil dan Pertanggungjawabkan Pengelola PDAM!”
“Kami mendesak DPRD untuk tidak jadi bunga tidur. Laksanakan fungsi pengawasan dengan memanggil pengelola PDAM desa, pemerintah desa, dan instansi terkait. Jangan sampai mereka lebih setia pada kepentingan penguasa daripada penderitaan rakyat,” tuntut pernyataan warga.
Akibat kelalaian ini, warga terpaksa menguras kantong untuk membeli air bersih, sebuah beban ekonomi tambahan di tengah kesulitan. Situasi ini memunculkan pertanyaan kritis: Kemana larinya anggaran operasional dan perawatan PDAM? Apakah dana masyarakat digunakan untuk pelayanan atau justru menguap dalam administrasi yang bobrok?
Warga tidak hanya meminta perbaikan teknis. Mereka menuntut audit menyeluruh oleh Inspektorat dan dinas terkait terhadap tata kelola, transparansi gangguan, dan penggunaan anggaran PDAM Desa Way Layap.
Pesan warga tegas: jika DPRD dan pemerintah daerah tetap bungkam dan lamban, mereka siap mengeskalasi pengaduan ke lembaga pengawasan pusat dan aparat penegak hukum. Krisis air ini telah menjadi ujian nyata bagi komitmen dan integritas para wakil rakyat dan birokrasi di Pesawaran.
Jangan biarkan warga terus menjadi korban dari sistem yang tidak memiliki rasa malu dan tanggung jawab.
By : Edi Wijaya





