Dede Fadila Calon KPU D Pesawaran Terpilih Terancam Ditunda Pelantikannya

Zonarepublik.com, Pesawaran – Panwaslu Kecamatan Way Ratai seharusnya segera mendapatkan tindakan dari Bawaslu Kabupaten Pesawaran Provinsi Lampung atau pihak pihak yang terkait, sebab dalam penggunaan anggaran pilkada serentak tahun 2024 kuat diduga mar’up harga sewa kantor serta sewa perlengkapan kantor. Kamis 21 Nopember 2024

 

Bacaan Lainnya

Diketahui dari sumber yang jelas

1.sewa gedung/kantor Rp. 2.000.000 x9 bulan Rp. 18.000.000

2. Meja dan kursi kerja masing masing 9 unit dengan nilai total 16.200000 selama 9 bulan

3. Kursi sofa Rp. 1.800.000 9 bulan

4. Laptop 2 unit Rp. 5.400.000

5. Printer 2 unit Rp. 3.600.00

Total 45.000.000

 

Faktanya saat awak media konfirmasi ke salah satu tokoh masyarakat Way Ratai, mempertanyakan harga umum untuk sewa rumah/kantor di kecamatan way ratai tepatnya di Desa Caringin Asri, menjelaskan.

 

Sewa rumah untuk kantor, di Ceringin Asri kecamatan Way Ratai ini, itu sudah mahal dengan harga Rp. 6.000.000, jelas salah satu tokoh masyarakat tersebut.

 

 

” Jika di anggarkan sebanyak Rp. 18.000.000, kemana sisanya? Seharusnya ada pengembalian dong ke negara,”. ungkapnya dengan nada kesal

 

Juga terkait sewa perlengkapan kantor, dengan nilai tersebut di atas, jika hanya lingkup pedesaan bisa di pastikan kantor panwaslu Kecamatan Way Ratai sudah terlihat mewah.

 

“Faktanya, kantor panwaslu Kecamatan Way Ratai terlihat biasa, tidak ada kesan mewah”.

 

Lalu awak media mencoba mengkonfirmasi kan persoalan anggaran tersebut ke kepala kesetariatan panwaslu, namun nofiansyah selaku kepala sekretariat, terkesan menghindar dari awak media.

 

Menyambung dari dugaan mark up sewa dan perlengkapan kantor, lalu awak media mencoba mengkonfirmasi langsung kepada Dede Fadila selaku ketua Panwaslu kecamatan Way Ratai sekaligus calon anggota KPU D Kabupaten Pesawaran Provinsi lampung, melalui pesan singkat what’sapp, namun sangat sayangkan, meskipun terlihat sedang aktif WhatsApp nya , Dede Fadila tidak merespon.

 

Secepatnya awak media akan menggandeng beberapa Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM) serta Ormas yang ada di kabupaten pesawaran untuk mengadukan persoalan ini kepada pihak pihak terkait, serta menuntut untuk menunda pelantikan Dede Fadila sebagai Anggota KPU D Pesawaran, sebelum bisa menjelaskan kemana sisa uang anggaran serta melakukan pengembalian uang kepada negara.

 

( Red dan Team )

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *