Kubangan Masih Terlihat, Proyek Jalan Miliaran Rupiah di Way Kepayang Tuai Pertanyaan Publik

Zonarepublik.com, Pesawaran, Lampung – Proyek peningkatan ruas Jalan Kedondong–Pardasuka yang melintasi wilayah Desa Way Kepayang, Kabupaten Pesawaran, Provinsi Lampung, dengan nilai anggaran sekitar Rp4 miliar lebih, kini menjadi sorotan masyarakat. Warga mempertanyakan kualitas pekerjaan yang sedang berlangsung dan menduga terdapat sejumlah pelaksanaan yang tidak sesuai dengan perencanaan teknis. Kamis 25 Juni 2026

 

Bacaan Lainnya

Sorotan masyarakat muncul setelah sejumlah warga mengamati kondisi pekerjaan di lapangan yang dinilai belum mencerminkan kualitas konstruksi sebagaimana yang diharapkan dari proyek bernilai miliaran rupiah tersebut.

 

Beberapa warga mengaku menemukan indikasi ketebalan lapisan konstruksi yang dinilai tipis. Selain itu, masyarakat juga mempertanyakan tidak terlihatnya pembangunan saluran drainase pada sejumlah titik pekerjaan yang dianggap memiliki peran penting dalam menjaga daya tahan jalan.

 

“Kami melihat masih terdapat kubangan dan genangan air di bawah badan jalan. Kalau air itu tidak memiliki saluran pembuangan yang memadai, ke mana alirannya? Ini yang membuat masyarakat khawatir terhadap kualitas jalan dalam jangka panjang,” ujar salah seorang warga yang meminta identitasnya tidak dipublikasikan.

 

Menurut warga, keberadaan drainase merupakan bagian penting dalam konstruksi jalan karena berfungsi mengendalikan aliran air yang dapat mempengaruhi stabilitas struktur tanah dan umur teknis jalan. Oleh sebab itu, masyarakat meminta adanya penjelasan terbuka terkait apakah pembangunan drainase memang tidak masuk dalam ruang lingkup pekerjaan atau terdapat perbedaan antara dokumen perencanaan dengan pelaksanaan di lapangan.

 

Munculnya pertanyaan tersebut mendorong warga meminta perhatian langsung dari Pemerintah Provinsi Lampung, khususnya Gubernur Lampung, agar dilakukan evaluasi menyeluruh terhadap proyek tersebut.

Warga menilai pengawasan terhadap pekerjaan infrastruktur harus dilakukan secara ketat mengingat proyek tersebut menggunakan anggaran negara yang bersumber dari uang rakyat.

 

“Jika memang terdapat perbedaan antara gambar rencana, spesifikasi teknis, dan kondisi pekerjaan di lapangan, tentu harus dilakukan pemeriksaan secara objektif. Masyarakat hanya ingin memastikan pembangunan berjalan sesuai aturan dan menghasilkan kualitas yang baik,” ungkap warga lainnya.

 

Selain meminta perhatian Pemerintah Provinsi Lampung, masyarakat juga mendesak instansi teknis terkait, konsultan pengawas, serta aparat pengawas internal pemerintah untuk melakukan pengecekan langsung terhadap progres pekerjaan.

 

Menurut mereka, pemeriksaan lapangan perlu dilakukan guna memastikan kesesuaian antara pelaksanaan proyek dengan dokumen kontrak, spesifikasi teknis, gambar perencanaan, serta ketentuan yang berlaku dalam pelaksanaan konstruksi jalan.

 

Warga berharap proyek yang menelan anggaran miliaran rupiah tersebut dapat memberikan manfaat jangka panjang bagi masyarakat dan tidak mengalami kerusakan dini akibat dugaan lemahnya pengawasan maupun pelaksanaan pekerjaan yang tidak sesuai standar.

 

Hingga berita ini diterbitkan, pihak pelaksana proyek, konsultan pengawas, maupun instansi terkait belum memberikan keterangan resmi mengenai berbagai pertanyaan yang disampaikan masyarakat.

 

Redaksi masih berupaya melakukan konfirmasi guna memperoleh penjelasan dan klarifikasi dari seluruh pihak terkait sebagai bagian dari penerapan prinsip keberimbangan dan akurasi dalam pemberitaan. (Redaksi membuka ruang hak jawab dan hak koreksi kepada seluruh pihak yang disebut dalam pemberitaan ini sesuai ketentuan Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 tentang Pers.)

 

By : Edi Wijaya

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *