Antara Harapan dan Kecurigaan: Proyek Rp11,9 Miliar Kedondong Way Khilau dan Isu Backing Oknum Marinir

Zonarepublik.com, Pesawaran – Menindak lanjuti Adanya’ dugaan Pengerjaan proyek 11, 9 Milyar yang ada di kecamatan waykhilau Kabupaten pesawaran, Aktivis Gerakan Masyarakat Anti Korupsi Berkoordinasi dengan DPRD Melalui ketua komisi tiga Fahmi Falevi Legislator dari Partai Nasdem saat pada sebelum nya telah melakukan peninjauan terhadap proyek di kec waykhilau yang terindikasi bermasalah. Rabu 23 juli 2025

Bacaan Lainnya

Hal itu disampaikan oleh Aktivis Gerakan masyarakat Anti Korupsi Mahmuddin,saat ditemui di kediamanya yang  Mendesak agar  DPRD kabupaten pesawaran dapat segera Kembali turun ke lokasi proyek Yang di duga  dikerjakan Abal Abal dan  dikerjakan tidak sesuai Perencanaan awal.

 

Dan Alhamdulillah Menanggapi persoalan tersebut,mendapat tanggapan positif Fahmi selaku ketua Komisi Tiga,Akan segera melakukan Hering Bersama Pelaksana Proyek dan Pihak dinas PUPR Pesawaran .

 

Adanya pengawalan Kami bertujuan agar pengerjaan proyek ini menghasilkan kwalitas yang maksimal, walaupun kami mendapatkan Ancaman Perang bila terus menerus melakukan pengawasan ,yang di lontarkan oleh salah satu oknum pengawas keamanan berinisial( MI)Dimana proyek 11, 9 Milyar ini Juga Di pegang oleh Salah Satu oknum Marinir Berinisia (MN) Yang Bertindak sebagai kepala Keamanan Proyek .

 

Mahmuddin menceritakan terjadinya pengancaman oleh oknum pengamanan bermula mendapatkan pesan WhatsApp, yang isinya mau di apakan proyek ini apa mau ada kiamat kecil tah Isi pesan nya.

 

Kemudian pada Rabu sore salah satu pengawas pengamanan ini Menghubungi saya, dan saya pertanyakan kalimat kiamat kecil  yang di maksut itu apa artinya, Dengan nada tinggi MI ini menjawab dengan nada tinggi, kamu tau artinya itu kita perang kalau Kamu teruskan melakukan pengawasan. Tau kamu

 

Saya menganggap persoalan ini sudah agak menyimpang karna kami dari Aktivis masyrakat tidak menggangu aktivitas pengerjaan tapi pelaksana seakan merasa risih dengan kehadiran kami yang melakukan pengawasan, dan lebih parah nya lagi konsultan pengawas dan dari Dinas PUPR tidak pernah kami temukan di lokasi pekerjaan. Pungkasnya

 

By : Edi Wijaya

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *