Zonarepublik.com, Pesawaran – Proyek Puskesmas Kuta Dalom di Kecamatan Way Lima, yang menelan anggaran fantastis hampir Rp 2,9 miliar, kembali menjadi buah bibir dan simbol kegagalan pengawasan. Menyusul gugatan keras masyarakat dan temuan media yang mengungkap kejanggalan di lapangan, Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Pesawaran akhirnya angkat bicara, Rabu (10/12/2025).

Namun, janji peninjauan ulang dari pejabat justru disambut sinisme oleh warga. Mereka menuntut tindakan nyata, bukan sekadar retorika di ruang ber-AC.
Pelaksana Tugas (PLT) Kepala Dinas PUPR Pesawaran, David, dalam koordinasi dengan media, mengumbar komitmen. “Kami akan segera menindaklanjuti. untuk perbaikan optimal bagi masyarakat,” ujarnya, seraya menargetkan proyek rampung akhir bulan ini.
Namun, janji tersebut terbentur fakta pahit di lapangan. Sumber masyarakat Way Lima melaporkan bahwa temuan dan ultimatum dari DPRD Kabupaten Pesawaran, khususnya Komisi III, telah diabaikan begitu saja oleh pelaksana proyek, kontraktor, dan konsultan pengawas.
“Sidak dan teguran DPRD dan PLT kadis PUPR yang pernah di lakukan pertama kali saja diabai. Apakah janji Pak Plt Kadis ini hanya akal-akalan? Kami minta bukan hanya retorika di meja kerja, tapi kroscek ulang yang serius!” seru salah seorang perwakilan warga, menggambarkan kekecewaan yang mendalam.
Pertanyaan kritis kini mengemuka: di mana Standard Operating Procedure (SOP) pengawasan proyek senilai miliaran rupiah ini? Fakta bahwa ada kejanggalan, bahwa ada pihak yang mengabaikan ultimatum lembaga legislatif, menunjukkan SOP yang ada telah mandul atau sengaja dibengkokkan.
David menyebut akan melakukan koordinasi intensif dengan pihak terkait. “Semangatnya sama-sama membangun,” katanya. Namun, semangat tanpa penegakan aturan dan akuntabilitas hanyalah omong kosong.
Masyarakat mempertanyakan:
1. SOP Penunjukan Kontraktor: Apakah sudah transparan dan kompetitif?
2. SOP Pengawasan Harian: Apakah konsultan pengawas bekerja sesuai kewajiban? Mengapa bisa ada kejanggalan?
3. SOP Penanganan Penyimpangan: Mengapa laporan DPRD dan masyarakat tidak ditindak tegas seketika?
4. SOP Penerimaan Hasil Pekerjaan: Akankah PUPR nekat menerima pekerjaan yang bermasalah hanya agar “tuntas” di akhir bulan?
Puskesmas ini diharapkan jadi penopang kesehatan masyarakat. Namun, saat fondasi pembangunannya diwarnai dugaan ketidakwajaran, harapan itu bisa menjadi mimpi buruk.
Masyarakat Way Lima dan publik Pesawaran kini menunggu bukti konkret. Apakah PUPR benar-benar akan membongkar semua kejanggalan, menindak tegas setiap pelanggaran, dan memastikan uang rakyat Rp 2,9 miliar tidak terbuang percuma? Atau, semua ini hanya akan berakhir dengan “perbaikan administratif” di atas kertas, sementara bangunan bermasalah itu dipaksakan beroperasi?
Tindakan PUPR dalam beberapa hari ke depan akan menjadi jawabannya. Apakah mereka di pihak rakyat, atau membiarkan proyek bermasalah ini menjadi monumen kegagalan birokrasi dan pengawasan di Bumi Andan Jejama?
Diberitakan sebelumnya dengan link berita di bawah ini :
1. https://zonarepublik.com/apbd-miliaran-diduga-dikorupsi-nyawa-warga-dan-pegaway-dipertaruhkan-di-puskesmas-way-lima/
2. https://zonarepublik.com/pupr-pesawaran-segera-tinjau-ulang-pembangunan-puskesmas-kuta-dalom-janjikan-perbaikan-untuk-masyarakat/
By : Edi Wijaya





