Zonarepublik.com, Lampung Selatan – Harapan sederhana seorang penyandang disabilitas asal Kecamatan Tanjung Bintang, Kabupaten Lampung Selatan, menjadi perhatian publik setelah kisahnya viral di media sosial TikTok. Pemilik akun @vidachinajowo, yang diketahui bernama Vida Agustina, menyampaikan keinginannya memiliki kursi roda listrik agar dapat menjalani aktivitas sehari-hari dengan lebih mandiri.
Dalam sejumlah unggahan, Vida menceritakan dirinya mengalami kelumpuhan sejak usia 14 tahun. Meski hidup dengan keterbatasan fisik, ia tetap menunjukkan semangat menjalani kehidupan, membangun keluarga, serta aktif membuat konten di media sosial. Salah satu unggahannya yang mendapat perhatian luas bertuliskan, “Nabung dari ngonten pingin beli kursi roda listrik.”
Unggahan tersebut menuai simpati ribuan warganet yang memberikan doa, dukungan moral, hingga harapan agar ada pihak yang dapat membantu mewujudkan keinginannya.
Perhatian terhadap kondisi Vida juga datang dari Ketua Jajaran Wartawan Indonesia (JWI) DPW Lampung, Rudi Sapari A.S. Menurutnya, kisah perjuangan Vida bersama suaminya merupakan potret keteguhan yang patut diapresiasi sekaligus menjadi pengingat bahwa penyandang disabilitas masih membutuhkan dukungan nyata dari berbagai pihak.
“Saya berharap Pemerintah Kabupaten Lampung Selatan dapat memberikan perhatian terhadap kondisi saudari Vida Agustina. Semoga pemerintah dapat membantu mewujudkan keinginannya memiliki kursi roda listrik agar dapat menunjang aktivitas sehari-hari,” kata Rudi.
Rudi menilai bantuan kursi roda listrik bukan sekadar memenuhi kebutuhan alat bantu, tetapi juga berpotensi meningkatkan mobilitas, kemandirian, serta kualitas hidup penyandang disabilitas dalam menjalankan aktivitas sosial maupun bersama keluarga.
Ia juga mengajak pemerintah daerah, dunia usaha melalui program tanggung jawab sosial (CSR), organisasi kemasyarakatan, lembaga filantropi, hingga masyarakat yang memiliki kemampuan untuk bersama-sama menunjukkan kepedulian terhadap warga penyandang disabilitas yang membutuhkan bantuan.
Menurut Rudi, kepedulian terhadap penyandang disabilitas merupakan bagian dari tanggung jawab sosial yang sejalan dengan semangat pembangunan yang inklusif dan berkeadilan.
Hingga berita ini diterbitkan, belum terdapat keterangan resmi dari Pemerintah Kabupaten Lampung Selatan mengenai kemungkinan tindak lanjut atas harapan yang disampaikan Vida melalui media sosial.
Media ini tetap membuka ruang hak jawab dan hak klarifikasi kepada Pemerintah Kabupaten Lampung Selatan maupun pihak terkait lainnya sebagai bentuk penerapan prinsip pemberitaan yang berimbang sesuai Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 tentang Pers serta Kode Etik Jurnalistik.
(Redaksi)





