Zonarepublik.com, Pringsewu – Pelaksanaan proyek rehabilitasi Jalan Provinsi pada ruas Pardasuka–Sukamara (Link 035) di Desa Tanjung Rusia, Kecamatan Pardasuka, Kabupaten Pringsewu, Lampung, menjadi sorotan publik. LSM PENJARA Indonesia DPD Provinsi Lampung bersama masyarakat menemukan dugaan ketidaksesuaian kualitas hasil pekerjaan hotmix yang dinilai perlu mendapat pemeriksaan teknis oleh instansi berwenang.
Sorotan tersebut muncul setelah masyarakat menyampaikan laporan mengenai kondisi hasil pekerjaan yang diduga tidak sesuai dengan harapan. Menindaklanjuti laporan itu, Ketua LSM PENJARA Indonesia DPD Provinsi Lampung, Mahmuddin, bersama warga melakukan peninjauan langsung ke lokasi proyek.
Berdasarkan papan informasi yang terpasang di lokasi, pekerjaan tersebut merupakan Penyelenggaraan Jalan Provinsi melalui sub kegiatan Rehabilitasi Jalan Ruas Pardasuka–Sukamara (Link 035) dengan nilai kontrak sebesar Rp3.905.545.000, bersumber dari Tahun Anggaran 2026, memiliki masa pelaksanaan 120 hari kalender, dan dikerjakan oleh CV. Wira Bumi Perkasa.
Dari hasil pemantauan lapangan, Mahmuddin menyampaikan adanya dugaan bahwa lapisan aspal hotmix pada sejumlah titik terlihat relatif tipis serta permukaan jalan tampak bergelombang. Menurutnya, kondisi tersebut perlu diverifikasi melalui pengujian teknis agar dapat dipastikan apakah hasil pekerjaan telah memenuhi spesifikasi kontrak.
“Kami menerima laporan dari masyarakat terkait dugaan kualitas pekerjaan hotmix yang dinilai terlalu tipis. Setelah melakukan peninjauan bersama warga, kami melihat adanya kondisi yang patut menjadi perhatian. Namun kami tidak ingin berspekulasi. Karena itu kami meminta instansi teknis yang berwenang segera melakukan pemeriksaan dan pengujian sesuai standar agar diperoleh kepastian apakah pekerjaan telah memenuhi spesifikasi atau terdapat ketidaksesuaian,” ujar Mahmuddin.
Ia menegaskan bahwa pengawasan yang dilakukan masyarakat merupakan bagian dari partisipasi publik dalam mengawal penggunaan anggaran negara agar dilaksanakan secara transparan, akuntabel, dan menghasilkan infrastruktur yang berkualitas.
Menurut Mahmuddin, setiap proyek infrastruktur yang dibiayai oleh uang negara harus memenuhi spesifikasi teknis sebagaimana tertuang dalam dokumen kontrak. Kualitas pekerjaan, kata dia, menjadi faktor penting karena berkaitan langsung dengan keselamatan pengguna jalan, efektivitas penggunaan anggaran, dan umur layanan konstruksi.
LSM PENJARA Indonesia DPD Provinsi Lampung juga mendorong Dinas Bina Marga dan Bina Konstruksi Provinsi Lampung, konsultan pengawas, serta pihak pelaksana proyek untuk memberikan penjelasan secara terbuka kepada masyarakat mengenai mutu pekerjaan, termasuk apabila diperlukan melakukan uji ketebalan lapisan aspal, uji kepadatan, maupun evaluasi teknis sesuai ketentuan yang berlaku.
“Kami berharap persoalan ini tidak dipandang sebagai upaya mencari kesalahan, melainkan sebagai bentuk kontrol sosial agar pembangunan benar-benar memberikan manfaat bagi masyarakat. Bila hasil pemeriksaan nantinya menyatakan pekerjaan telah sesuai spesifikasi, tentu itu juga harus disampaikan secara terbuka. Sebaliknya, apabila ditemukan ketidaksesuaian, maka harus ada langkah perbaikan sesuai ketentuan kontrak dan peraturan perundang-undangan,” tambahnya.
Hingga berita ini diterbitkan, belum terdapat keterangan resmi dari pihak CV. Wira Bumi Perkasa, konsultan pengawas, maupun Dinas Bina Marga dan Bina Konstruksi Provinsi Lampung terkait dugaan tersebut.
Oleh karena itu, seluruh informasi dalam pemberitaan ini disampaikan sebagai dugaan berdasarkan hasil pemantauan lapangan dan keterangan narasumber. Kebenaran teknis atas pekerjaan tersebut tetap menunggu hasil pemeriksaan dari instansi yang memiliki kewenangan.
Redaksi media Zonarepublik.con, membuka ruang hak jawab dan hak koreksi kepada pihak pelaksana pekerjaan, konsultan pengawas, maupun Dinas Bina Marga dan Bina Konstruksi Provinsi Lampung sebagaimana diatur dalam Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 tentang Pers dan Kode Etik Jurnalistik, guna menjaga prinsip keberimbangan serta akurasi informasi.
By : Team Media





